Cara Membuat Bibit Jamur Tiram

Jamur, mungkin jika kita mendengar kata jamur terkadang kita menyambungkan jamur dengan racun, atau zat yang berbahaya.

Padahal jamur sendiri banyak jenisnya, memang ada beberapa jenis jamur yang beracun. Namun, ada juga loh jamur yang justru bisa dikonsumsi. Salah satunya adalah jamur tiram.

Jamur tiram sendiri merupakan salah satu jamur yang bisa dikonsumsi dan juga merupakan jamur yang bisa diolah menjadi berbagai macam olahan masakan.

Selain mudah diolah menjadi makanan, jamur tiram juga bisa dibilang mudah dalam budidayanya. Tidak perlu lahan yang luas untuk budidaya jamur tiram ini. Bahkan dengan menggunakan ruangan kosong sudah bisa melakukan budidaya jamur tiram ini.

Gambar Bibit Jamur Tiram

Gambar Bibit Jamur Tiram, via : UMKM Jogja

Untuk awalan dalam  budidaya jamur tiram tentunya kita membutuhkan bibit dari jamur tiram itu sendiri. Untuk bibit jamur tiram kamu bisa beli atau kamu juga bisa membuatnya sendiri loh.

Lalu bagaimana sih cara membuat bibit jamur tiram? Nah, di artikel ini akan dibahas nih tentang bagaimana cara membuat bibit jamur tiram sendiri.

 

Cara Membuat Bibit Jamur Tiram F0

  1. Langkah pertama untuk pembuatan bibit jamur ini adalah pembuatan bibit jamur tiram F0. Perlu kamu ketahui bibit jamur tiram F0 sendiri merupakan bentuk terkecil dari jamur, atau bisa kita katakan sebagai bayi dari jamur.
  2. Siapkan perlengkapan dan bahan sebagai berikut :
    • Agar-agar bening
    • Gula putih 30 gram
    • Air bersih 100 ml
    • Kentang 300 gram
    • Kompor
    • Panci
    • Pisau
    • Timbangan tabung
    • Sendok
    • Cawan petri
    • Panci Presto
  3. Setelah kamu  menyiapkan semua bahan diatas, kentang yang 300 gram tadi dikupas hanya 200 gram lalu dipotong dengan bentuk dan ukuran dadu. Lalu rebus hingga sari dari kentang keluar.
  4. Campurkan agar-agar bening sebanyak 20 gram dan juga gula putih sebanyak 20 gram kedalam panci dan aduk terus hingga merata.
  5. Setelah campuran agar-agar dan gula mendidih masukkan PDA cair kedalam cawan petri. Biarkan hingga dingin dan mengental.

    Gambar Cawan Petri

    Gambar Cawan Petri, via : BukaLapak

  6. Setelah PDA kental tutup cawan dan masukkan kedalam panci presto lalu panaskan selama 15 menit. Proses ini disebut sebagai pasterisasi yaitu proses mematikan bakteri dengan memanaskan medianya. Karena jika PDA masih mengandung bakteri maka bisa merusak PDA itu sendiri.
  7. Setelah itu biarkan cawan petri dingin dan jangan buka penutup cawan petri.
  8. Setelah PDA selesai dibuat selanjutnya adalah proses pembibitan dari bibit jamur tiram F0, alat dan bahan yang dibutuhkan diantaranya :
    • Jamur tiram yang masih segar
    • Laminar sederhana untuk tempat melakukan proses pembibitan
    • Spirtus pembakar bunsen
    • Cuter steril
    • Alkohol 95 persen
    • Pinset
    • Bahan
  9. Sterilkan laminar dengan api bunsen selama 15 menit.
  10. Gunakan alkohol untuk mensterilkan peralatan seperti cutter, pinset dan juga tangan anda.
  11. Siapkan cawan petri berisi PDA yang tadi kita buat.
  12. Siapkan jamur dan sayat tangkai bawah jamur dengan menggunakan cutter yang sudah disterilisasi, penyayatan dilakukan  sepanjang 0,5 cm persegi secara searah.
  13. Sterilkan juga pada salah satu sisi dari cawan petri. Lalu masukkan sayatan tangkai bawah jamur tadi. Lakukan langkah ini didekat dengan api bunsen.
  14. Setelah itu simpan cawan petri ke dalam tempat penyimpanan yang gelap dan juga hangat.
  15. Tunggu hingga miselium keluar. Jika miselium sudah keluar dan menutupi seluruh permukaan PDA berarti bibit F0 ini sudah bisa dilanjutkan ke bibit jamur tiram F1.

 

Cara Membuat Bibit Jamur Tiram F1

Untuk anda yang belum tahu bibit jamur tiram F1 sendiri merupakan bibit jamur tiram yang bisa dibilang merupakan tahapan selanjutnya dari bibit jamur tiram F0.

  1. Peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan bibit jamur tiram F1 ini sebagai berikut :
    • Biji jagung yang sudah direndam air semalam.
    • Kapur
    • Plastik ukuran kecil
    • Kapas
    • Aluminium foil
    • Karet gelang
    • Pinset
    • Kompor
    • panci presto
  2. Pertama kamu bisa bersihkan dahulu biji jagung. Setelah itu campurkan dengan kapur dengan perbandingan 98% untuk jagung dan sisanya kapur

    Gambar Biji Jagung

    Gambar Biji Jagung, via : Belajar Tani

  3. Masukkan campuran jamur dan kapur tadi kedalam plastik ukuran kecil lalu tutup dengan kapas dan lapisi lagi dengan aluminium foil.
  4. Masukkan plastik berisi jagung tadi kedalam panci presto. Proses pasterisasi ini dilakukan selama 1 jam. Setalah itu maka media untuk bibit jamur F1 siap digunakan.
  5. Setelah tadi membuat media untuk bibit jamur F1 selanjutnya adalah pembibitan untuk bibit jamur F1.
  6. Siapkan botol media F1 dan juga F0. Masukkan bibit F0 dan juga media F1 yang sudah dibuat kedalam laminar sederhana.
  7. Buka penutup cawan petri dan potong bibit F0 setidaknya 2 cm.
  8. Masukkan bibit kedalam media F1 lalu tutup kembali dengan rapat. Lakukan langkah ini didekat api bunsen.
  9. Selanjutnya simpan media F1 ditempat yang hangat dan juga gelap. Tunggu hingga miselium tumbuh dan juga menutupi keseluruhan biji jagung dalam botol.
  10. Jika miselium yang tumbuh sudah merata maka bibit jamur F1 sudah siap ditanamp ke media sesungguhnya. Atau bisa juga anda gunakan membuat bibit jamur F2.

 

Cara Membuat Bibit Jamur Tiram F2

Perlu kamu ketahui bibit jamur tiram F2 merupakan bibit yang sudah siap memasukin siklus panen.

  1. Pealatan dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat jamur tiram F2 sebagai berikut :
    • Serbuk kayu
    • Dedak
    • Bubuk kapur
    • Tepung jagung
    • Air bersih
    • Kapuk
    • Kantong plastik.
    • Karet gelang
    • Cangkul
    • Tong besar
    • Tungku
    • Gas atau kayu bakar
  2. Tumpahkan serbuk kayu dilantai dan jangan lupa diratakan. Setelah itu campurkan dedak, bubuk kapur dan juga serbuk kayu. Aduk secara merata dan beri juga air bersih
    Gambar Serbuk Kayu

    Gambar Serbuk Kayu, via : Lintang Agro Farm

    .

  3. Selanjutnya adalah proses fermentasi media. Caranya adalah dengan dibentuk gunungan kecil lalu ditutup menggunakan terpal, dan usahakan air tidak menguap keluar. Proses ini dilakukan selama 1 hari.
  4. Selanjutnya masukkan media yang sudah difermentasi tadi kedalam plastik, dan jangan lupa padatkan. Masukkan juga  sejumput kapuk dan letakkan di mulut dari kantong plastik. Kapuk disini berfungsi untuk menyumbat oksigen yang masuk sehingga miselium dapat berkembang dengan optimal.
  5. Masukkan media tersebut kedalam drum besar diatas tungku yang diisi air 20 liter. Beri penyangga agar media tidak terendam air. Setelah itu tutup rapat drum tersebut.
  6. Nyalakan api pada tungku dan diamkan selama 10 jam dengan suhu 120 derajat celcius dihitung 10 jam dari air yang mulai mendidih. Setelah 10 jam diamkan hingga media tersebut atau baglog dingin.
  7. Proses selanjutnya adalah proses inokulasi, yaitu memasukkan bibit F1 kedalam baglog. Untuk lokasi inokulasi sebaiknya dilakukan diruangan yang steril. Kamu bisa mensterilkannya dengan menyemprotkan alkohol 70%
  8. Proses inokulasi yang pertama adalah dengan menghancurkan bibit F1 yang ada pada kemasan. Jangan terlalu halus.
  9. Buka karet penutup baglog, lalu ambil bibit F1 dengan menggunakan pinset. Satu botol bibit F1 bisa digunakan untuk 20 baglog. Taburkan bibit F1 keatas media tanam. Lalu tutup kembali dengan karet.
  10. Simpan baglog diruangan khusus. Proses ini disebut proses inkubasi.

Baca Juga : Baglog Jamur Tiram

Nah, itu tadi merupakan proses cara membuat bibit jamur tiram. Memang untuk membuat bibit jamur tiram sendiri bisa dibilang cukup ribet.

Namun, jika kamu membeli yang sudah jadi kamu tidak tahu bagaimana kualitas dari bibit jamur tiram tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *